kadang yang ku tulis bukan soal cinta
tapi soal amarah
kadang yang ku artikan bukan soal rasa
tapi soal nalar
kadang terlalu kuat intonasi ku mengucapkan kesendirian
tapi sendiri pun selalu butuh teman
kadang terlalu piluh aku menahan rindu
tapi terlalu jauh untuk berbalasnya
lalu ku pasrahkan pada waktu
biar dia yang mengemas rapih luka ku
tertutup. hingga mungkin suatu saat terbuka
dan menjadi gelak tawa yg telah tiada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar